BNPB Tinjau Lokasi Banjir Bandang Jatim, Minta Pemkab Setempat Perkuat Mitigasi Bencana

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memantau kondisi terkini di lokasi terdampak banjir bandang di Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo Jawa Timur. BNBP meminta pemerintah daerah setempat meningkatkan langkah mitigasi bencana.

Deputi Bidang Logistik dan Peralatan (Logpal) BNPB Lilik Kurniawan dalam keterangannya di Jakarta Kamis, menyampaikan kepada jajaran pemerintah daerah untuk melakukan langkah mitigasi. Salah satunya adalah dengan melakukan susur sungai oleh petugas berpengalaman.

Baca Juga

Cuaca Ekstrem, Bencana Kekeringan dan Banjir Kian Mengancam Indonesia

Wisatawan Mancanegara Sempat Terjebak Banjir Lahar di Wisata Air Terjun Tumpak Sewu

Anak Semata Wayang Meninggal Alami Insiden di Kolam Renang, Keluarga Artis Minta Keadilan

“Dikhawatirkan ada pembendungan sungai di atas yang tidak terdeteksi sehingga berdampak terjadinya banjir bandang,” kata Lilik pada Kamis (1/2/2024).

Mewakili Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dia melakukan kunjungan lokasi terdampak banjir bandang di Kabupaten Pasuruan pada Selasa (30/1/2024). Dia juga menemui jajaran pemerintah daerah Kabupaten Probolinggo pada Rabu (31/1/2024), sebagai tindak lanjut bencana banjir bandang di Kecamatan Lumbang dan Tongas pada pekan lalu.

Pada kesempatan itu, Lilik menyerahkan dana siap pakai BNPB sebesar Rp 150 juta kepada Pj Bupati Pasuruan, Andriyanto. Turut diserahkan pula bantuan logistik termasuk 200 paket sembako, 200 lembar matras dan selimut, serta lima unit pompa untuk membersihkan rumah dari endapan lumpur.

Dana siap pakai sebesar Rp 150 juta dan bantuan logistik serupa juga diserahkan kepada Pemkab Probolinggo untuk membantu para korban banjir bandang. Dalam kunjungannya, Lilik secara khusus meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk terus bersiaga berbagai bentuk bencana saat musim hujan ini.

Bantuan juga bisa diberikan oleh para pencinta alam atau individu lainnya jika melihat potensi banjir bandang, seperti aliran air yang terhalang material di pegunungan. Hal itu harus segera dilaporkan ke petugas terkait.

“Karena itu jadi potensi terjadinya banjir bandang. Jangan sampai terjadi seperti di Batu. Kita beruntung karena banjir bandang tidak sampai ke wilayah bawah,” kata Lilik.

Sebelumnya, banjir bandang melanda Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan pada akhir pekan lalu, mengakibatkan sejumlah akses jalan serta jembatan terputus akibat material yang terbawa oleh air. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

sumber : Antara

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *